astronomi, dakwah, motivasi, myself, tafsir

Mempelajari Tafsir


Bismillah..

Entah kenapa, dari semua kajian keislaman yang pernah ada, yang paling memukau buatku, adalah kajian tafsir. Ia membahas Al-Qur’an, berusaha menyingkap rahasia kebesarannya lewat kata per kata, kalimat per kalimat, ayat per ayat. Serta kondisi saat turunnya, makna penurunannya, dan lain sebagainya. Semuanya itu menarik :)

Aku ingin sekali mempelajari tafsir secara lebih mendalam. Kelak saat aku menjadi seorang profesor astronomi, aku tak ingin menjadi seorang ahli ilmu yang senang membahas sesuatu yang rumit yang tidak dimengerti orang lain. Aku justru ingin membahasakannya menjadi lebih mudah, membuatnya tampak sederhana agar semua orang mau berpikir kembali tentang makna-maknanya yang terkandung. Astronomi itu sulit, tapi aku tak ingin mengenalkan Islam pada orang lain dengan cara yang sulit.

Setelah memahami tafsir, aku ingin bergerak pada bidang tadabbur. Sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh semua orang. Pada satu sisi, tadabbur memberikan kita kebebasan untuk berpikir secara mendalam, tanpa harus khawatir akan kesalahan, karena sesungguhnya ilmu pengetahuan senantiasa berkembang. Ingin rasanya mempelajari alam, kemudian menjadikannya bahan dasar sebagai tadabbur qur’an, sehingga menjadi sarana bagi orang lain untuk memahami keberadaan tuhan dengan lebih baik.

Itulah makna mengapa Al-Qur’an merupakan petunjuk sepanjang zaman, karena meskipun ia hanya berbentuk sebuah mushaf yang tak bertambah maupun berkurang, tapi rahasia kebesaran Allah yang terkandung di dalamnya begitu luas, yang luasnya tak kan pernah habis disapu oleh manusia sepanjang zaman. Jika einstein pernah berhasil dengan teori relativitasnya yang begitu memukau, atau hawking yang bergelut dengan teori-teori pembentukan alam semestanya, maka kita, pada zaman ini, tak kan pernah kekurangan apapun dari ilmu-ilmu-Nya untuk terus digali.

Orang boleh berkata, “kenapa masuk astronomi? Kumuh, tidak punya jaminan hidup!” atau yang lainnya berkata, “bagaimana kamu bisa mendapatkan pekerjaan dengan astronomi? Mengherankan.” Tapi itu tidak menyurutkan langkahku.

Aku hanya tahu dan yakin bahwa aku memilih jalan ini atas suatu impian yang besar, sangat besar. Aku tak lagi berpikir soal pekerjaan dengan astronomi, dan aku tak lagi membicarakan sekedar urusan lambung. Lebih, lebih dari itu.

Lihatlah kota-kota besar Islam pada masa lalu; Bukhara, Baghdad, Cordoba. Kesemuanya bersinar karena ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang menghasilkan bangunan-bangunan arsitektur yang begitu memukau, yang menciptakan generasi cerdas nan cemerlang, yang memberikan kehidupan harmonis antara manusia dan alam. Ilmu pengetahuanlah dasar dari semuanya. Dan astronomi, adalah salah satu di antaranya.

Maka aku tak lagi berpikir soal pekerjaan dalam astronomi, tak jua berbicara soal urusan lambung. Tapi aku berazzam tentang sebuah peradaban. Peradaban yang kubangun dengan ilmu pengetahuan, untuk mengulang kembali kajayaan Islam yang mulai tertutup oleh debu-debu sejarah. Menguak kembali kekuatan Islam yang bersumber pada ilmu-ilmu tauhid dan ilmu-ilmu yang menunjang kehidupan manusia.

Aku berazzam tentang suatu jalan menuju peradaban yang sempurna,
Yakni peradaban Islam.

Jakarta, ba’da fajar.
3 Ramadhan 1432H.

About these ads

About Titania Virginiflosia

Titania Virginiflosia, 22 tahun, telah menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 34 Jakarta dan melanjutkan kuliah di Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung. Sejak kecil telah bercita-cita untuk menjadi seorang ahli astronomi terkemuka di dunia. Memiliki sifat Melankolis Pleghmatis, menyukai kesempurnaan dan kedamaian. Senantiasa berjuang menegakkan syariat Islam di bumi Allah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Discussion

4 Responses to “Mempelajari Tafsir”

  1. Insya Allah,,, suatu saat keyakinan itu kelak akan terbuktikan,,,
    Rindu akan kejayaan islam,,, maka jadikanlah ia sebagai rasa semangat tuk tetap berdiri dibumi Allah ini, hingga Dia yang kan menghentikannya pada waktu yang tepat…

    Posted by nda92 | August 4, 2011, 01:03
  2. fa idzaa azamta fa tawakkal ‘alallaahi.
    saya juga suka ilmu tafsir. meski belum berkesempatan mendapat bimbingan intensif tentang ilmu yang satu ini dari ahlinya.
    hanya membaca dan ikut kajian-kajian yang tidak rutin. bagi saya, al-Qur`an adalah satu-satunya cara di mana seseorang dapat meraih pengalaman spiritualnya yang sangat personal. Saat kita dapat berdiskusi, bertanya, menggugat, bahkan “protes” kepada Sang Pencipta. Dan Dia selalu hadir dengan jawaban indah melalui tanda-tanda (baca: ayat-ayat) yang SELALU nampak baru! mengagumkan.

    Posted by Irfan AD | August 5, 2011, 13:31
  3. Bagus- Bagus.

    Teruskan memahami agama Allah.

    Posted by hifzan shafiee | October 9, 2011, 20:38
  4. sebagai sesama muslim saya sangat mendukung anda. tidak bisa di pungkiri lagi,secanggih apapun technologi sekarang dan yang akan datang,smua sudah di terangkan di dalam kitab suci alqur’an meskipun waktu di wahyukan kepada baginda nabi muhammad SAW ribuan tahun yang lalu,dimana pada waktu itu masih belum ada penelitian2 secara ilmiah seperti sekarang ini. ini menunjukan bah wa alqur’an benar2 dari allah
    dan di ciptakan untuk kehidupan manusia sepanjang jaman.

    Posted by rickytirta | March 5, 2012, 12:59

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Thanks for Coming..!

  • 7,294 visitor

See All Post Here ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,582 other followers

%d bloggers like this: